Selamat Datang di Taman Biografi Ulama dan Habaib. Barakallahu Lana wa Lakum

Selamat Datang di Taman Biografi Ulama dan Habaib. Barakallahu Lana wa Lakum

Sabtu, 08 Desember 2012

Terkuaknya Kewalian Kyai Hamid Pasuruan Dan Kisah Salamnya Kyai Hamid kepada ‘Wali Gila’ di Pasar Kendal



Terkuaknya Kewalian Kyai Hamid Pasuruan Dan Kisah Salamnya Kyai Hamid kepada ‘Wali Gila’ di Pasar Kendal



Suatu ketika seorang Habib dari Kota Malang, ketika masih muda, yaitu Habib Baqir Mauladdawilah (sekarang beliau masih hidup), diijazahi sebuah doa oleh al-Ustadzul Imam Al-Habr al-Quthb al-Habib Abdulqadir bin Ahmad Bilfaqih, Habib Abdulqadir Bilfaqih berpesan kepada Habib Baqir untuk membaca doa tersebut ketika akan menemui seseorang agar tahu sejatinya orang tersebut siapa, orang atau bukan.

Suatu kesempatan datanglah Habib Baqir menemui seorang waliyullah di daerah Pasuruan, Jawa Timur, yang masyhur dengan nama Mbah Hamid Pasuruan.

Ketika itu di tempat Mbah Hamid banyak sekali orang yang sowan kepada beliau, meminta doa atau keperluan yang lain.
Setelah membaca doa yang diijiahkan, Habib Baqir merasa kaget. Ternyata orang yang terlihat seperti Mbah Hamid sejatinya bukan Mbah Hamid. Beliau mengatakan: “Ini bukan Mbah Hamid, ini adalah khodamnya. Mbah Hamid tidak ada di sini” Kemudian Habib Baqir mencari di manakah sebetulnya Mbah Hamid.

Setelah bertemu dengan Mbah Hamid yang asli, Habib Baqir bertanya kepada beliau: “Kyai, Kyai jangan begitu.”

Mbah Hamid menjawab: “Ada apa Bib?”

Habib Baqir kembali berkata: “Kasihan orang-orang yang meminta doa, itu doa bukan dari panjenengan, yang mendoakan itu khodam. Panjenengan di mana waktu itu?”

Mbah Hamid tidak menjawab, hanya diam. Namun Mbah Hamid pernah menceritakan masalah ini kepada Seorang Habib sepuh. Habib sepuh tersebut juga pernah bertanya kepada beliau,
Saat itu Habib sepuh tersebut bertanya: “Kyai Hamid, waktu banyak orang-orang meminta doa kepada njenengan, yang memberikan doa bukan njenengan, njenengan di mana. Kok tidak ada..?”

Jawab Mbah Hamid: “Hehehee.. ke sana sebentar”

Habib sepuh tersebut semakin penasaran: “Ke sana ke mana Kyai?”

Jawab Mbah Hamid: “Kalau njenengan pengen tahu, datanglah ke sini lagi.”

Singkat cerita, Habib sepuh tersebut kembali menemui Mbah Hamid, ingin tahu di mana tempat persembunyian beliau. Setelah bertemu, bertanyalah Habib sepuh tadi: “Di mana Kyai?”

Mbah Hamid tidak menjawab, hanya langsung memegang Habib sepuh tadi. Seketika itu, kagetlah Habib sepuh tadi, melihat suasana di sekitar mereka berubah menjadi bangunan Masjid yang sangat megah.

“Di mana ini Kyai?” Tanya Habib sepuh tadi.

“Monggo njenengan pirsani piyambek niki teng pundi” (Silakan kamu lihat sendiri ini di mana_red) jawab Mbah Hamid.
Subhanalloh, ternyata Habib sepuh tadi dibawa oleh Mbah Hamid mendatangi Masjidil Haram.

Habib sepuh kembali bertanya kepada Kyai Hamid: “Kenapa njenengan memakai doa?”

Mbah Hamid kemudian menceritakan: “Saya sudah terlanjur terkenal, saya tidak ingin terkenal, tidak ingin muncul, hanya ingin asyik sendirian dengan Allah, saya sudah berusaha bersembunyi, bersembunyi di mana saja, tapi orang-orang selalu ramai datang kepadaku. Kemudian saya ikhtiar menggunakan doa ini, itu yang saya taruh di sana bukanlah khodam dari jin, melainkan Malakul Ardhi, Malaikat yang ada di bumi. Berkat doa ini, Allah Ta’ala menyerupakan malaikatNya dengan rupaku.”

Habib sepuh yang menyaksikan secara langsung peristiwa tersebut, sampai meninggalnya merahasiakan apa yang pernah dialaminya bersama Mbah Hamid, hanya sedikit yang diceritakan kepada keluarganya.

Lain waktu, ada tamu dari Kendal sowan kepada Mbah Hamid. Lantas Mbah Hamid menitipkan salam untuk si fulan bin fulan yang kesehariannya berada di Pasar Kendal, menitipkan salam untuk seorang yang dianggap gila oleh masyarakat Kendal. Fulan bin fulan kesehariannya berada di sekitar pasar dengan pakaian dan tingkah laku persis seperti orang gila, namun tidak pernah mengganggu orang-orang di sekitarnya.

Tamu tersebut bingung kenapa Mbah Hamid sampai menitip salam untuk orang yang dianggap gila oleh dirinya.
Tamu tersebut bertanya: “Bukankah orang tersebut adalah orang gila Kyai.?”

Kemudian Mbah Hamid menjawab: “Beliau adalah wali besar yang menjaga Kendal, rahmat Allah turun, bencana ditangkis, itu berkat beliau, sampaikan salamku.”

Kemudian setelah si tamu pulang ke Kendal, menunggu keadaan pasar sepi, dihampirilah “orang yang dianggap gila tersebut” yang ternyata Shohibul Wilayah Kendal.

“Assalamu’alaikum…” Sapa si tamu.

Wali tersebut memandang dengan tampang menakutkan layaknya orang gila sungguhan, kemudian keluarlah seuntai kata dari bibirnya dengan nada sangar: “Wa’alaikumussalam.. ada apa..!!!”

Dengan badan agak gemetar, si tamu memberanikan diri. Berkatalah ia: “Panjenengan dapat salam dari Kyai Hamid Pasuruan, Assalamu’alaikum…”

Tak beberapa lama, wali tersebut berkata: “Wa’alaikumussalam” dan berteriak dengan nada keras: “Kurang ajar si Hamid, aku berusaha bersembunyi dari manusia, agar tidak diketahui manusia, kok malah dibocor-bocorkan. Ya Allah, aku tidak sanggup, kini telah ada yang tahu siapa aku, aku mau pulang saja, gak sanggup aku hidup di dunia.”

Kemudian wali tersebut membaca sebuah doa, dan bibirnya mengucap: “Laa Ilaaha Illallah Muhammadun Rasulullah…”
Seketika itu langsung meninggallah sang Wali di hadapan orang yang diutus Mbah Hamid.

Subhanallah… begitulah para Walinya Allah, saking inginnya berasyik-asyikkan hanya dengan Allah sampai berusaha bersembunyi dari keduniawian, tak ingin ibadahnya diganggu oleh orang-orang ahli dunia, Bersembunyinya mereka memakai cara mereka masing-masing. Oleh karena itu janganlah kita su’udzon terhadap orang-orang di sekitar kita, jangan-jangan dia adalah seorang Wali yang “bersembunyi”.

Jadi ingat nasihat Maha Guru kami, al-Quthb al-Habib Abdulqadir bin Ahmad Bilfaqih: “Jadikanlah dirimu mendapat tempat di hati seorang Auliya.”

Semoga nama kita tertanam di hati para kekasih Allah, sehingga kita selalu mendapat nadzrah dari guru-guru kita, dibimbing ruh kita sampai terakhir kita menghirup udara dunia ini, Aamiin.


Sumber: KH. Achmad Sa’idi bin KH. Sa’id (Pengasuh Ponpes Attauhidiyyah Tegal)

29 komentar:

  1. Beruntunglah mrk yg dlm hidupnya pernah mendapatkan bimbingan dr waliullah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya mungkin lebih beruntung menjadi tetangga beliau ( KH Abduk Khamid ) kalau di kampung beliau akrab dipanggil para tetangga Romo Nyai. Ketika beliau wafat saya berusia 9th jd tdk sempat mengenal beliau seutuhnya, cuma cerita2 kewalian beliau dari Ayah saya, paman,kakek saya yang pernah mengikuti pengajian2 beliau...

      Kata orang2 kampung sih (ngaji di buku teles ) mengaji hanya mendengar dan menyelami makna tausiah beliau...

      Beliau masih sosok yang di kagumi di kampung kami KEBONSARI - PASURUAN

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Orang tua tua di kampung saya dulu memiliki banyak cerita tentang Beliau, umumnnya dari peristiwa2 yg di alaminya sendiri bersama Beliau...

      Hapus
  2. Allah..Allah..Allaah..Tak terasa air mata ini mengalir deras akan merasakan ke hinaan diri di depan para Aulia Allah,semoga kelak aku di kumpulkan bersama para wali Allah,para Aulia Allah di bawah bendera sang Madhar Alam Yakni Rosulallah Muhammad SAW..Ammiin.

    BalasHapus
  3. Subahanallah,,badan ini merinding seketika,,Semoga kelak Aku bertemua dan di kumpulkan dengan waliyullah..amiin

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. kalau boleh tau ... siapa saja guru dari beliau kyai Hamid Pasuruan ..... terima kasih

    BalasHapus
  6. satu hal yang mengherankan ,,kalau memang orang gila itu adalah wali allah bukankah allah melarang kita umat manusia melalui rasullullah muhammad saw untuk tidak berputus asa dan tidak lari atau ingin lari dari tanggung jawab yang di bebankan,,astagfirullahaladzim!!!!!ya allah semoga engkau memberi kami penerangan agar tidak terkecoh oleh cerita ceita yang bisa membuat kami ber taklik dan menjadi musrik karena bisa bisa kami mengagungkan seseorang melebihi keagunganMU!!!!astagfirullahaladzim!!1

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  7. satu hal yang mengherankan ,,kalau memang orang gila itu adalah wali allah bukankah allah melarang kita umat manusia melalui rasullullah muhammad saw untuk tidak berputus asa dan tidak lari atau ingin lari dari tanggung jawab yang di bebankan,,astagfirullahaladzim!!!!!ya allah semoga engkau memberi kami penerangan agar tidak terkecoh oleh cerita ceita yang bisa membuat kami ber taklik dan menjadi musrik karena bisa bisa kami mengagungkan seseorang melebihi keagunganMU!!!!astagfirullahaladzim!!1

    BalasHapus
  8. satu hal yang mengherankan ,,kalau memang orang gila itu adalah wali allah bukankah allah melarang kita umat manusia melalui rasullullah muhammad saw untuk tidak berputus asa dan tidak lari atau ingin lari dari tanggung jawab yang di bebankan,,astagfirullahaladzim!!!!!ya allah semoga engkau memberi kami penerangan agar tidak terkecoh oleh cerita ceita yang bisa membuat kami ber taklik dan menjadi musrik karena bisa bisa kami mengagungkan seseorang melebihi keagunganMU!!!!astagfirullahaladzim!!1

    BalasHapus
  9. satu hal yang mengherankan ,,kalau memang orang gila itu adalah wali allah bukankah allah melarang kita umat manusia melalui rasullullah muhammad saw untuk tidak berputus asa dan tidak lari atau ingin lari dari tanggung jawab yang di bebankan,,astagfirullahaladzim!!!!!ya allah semoga engkau memberi kami penerangan agar tidak terkecoh oleh cerita ceita yang bisa membuat kami ber taklik dan menjadi musrik karena bisa bisa kami mengagungkan seseorang melebihi keagunganMU!!!!astagfirullahaladzim!!1

    BalasHapus
  10. satu hal yang mengherankan ,,kalau memang orang gila itu adalah wali allah bukankah allah melarang kita umat manusia melalui rasullullah muhammad saw untuk tidak berputus asa dan tidak lari atau ingin lari dari tanggung jawab yang di bebankan,,astagfirullahaladzim!!!!!ya allah semoga engkau memberi kami penerangan agar tidak terkecoh oleh cerita ceita yang bisa membuat kami ber taklik dan menjadi musrik karena bisa bisa kami mengagungkan seseorang melebihi keagunganMU!!!!astagfirullahaladzim!!1

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dibaca lgi diresapi intinya:)..

      Hapus
    2. allah memiliki kekasih2 yg masyhur tetapi ada juga yg bersembunyi.. krn mereka memiliki tugas masing2.. menggagumi karomah para kekasihnya bukan berarti. menyekutukan allah.. krn umat muhammad saw sebodoh apapun tahu mana tuhan dan mana hamba.. sedangkan kemuliaan karomah yg ada pd waliyullah hakikatnya bukti dari adanya kemaha besaran dan kemaha agungan alla jalla jalaaluhu.. yg ditampakkan oleh allah di alam ini.

      Hapus
  11. satu hal yang mengherankan ,,kalau memang orang gila itu adalah wali allah bukankah allah melarang kita umat manusia melalui rasullullah muhammad saw untuk tidak berputus asa dan tidak lari atau ingin lari dari tanggung jawab yang di bebankan,,astagfirullahaladzim!!!!!ya allah semoga engkau memberi kami penerangan agar tidak terkecoh oleh cerita ceita yang bisa membuat kami ber taklik dan menjadi musrik karena bisa bisa kami mengagungkan seseorang melebihi keagunganMU!!!!astagfirullahaladzim!!1

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  12. @Nura tailor_anda masih harus banyak belajar, sebelum anda berkomentar.waliyuwoh itu ada dua makom yaitu Makom Hasaf/diketahui banyak orang dan Makom tajmid/hanya waliyuwoh dan Alloh s.w.t. yang mengetahui.

    BalasHapus
  13. SUBHANALLOH.... Hny Engkau YA ALLOH Rob kami
    Engkaulah Yg Bertahta dlm Jiwa Hamba.. Ampunilah Dosa" Hamba Dosa ke 2 org tua Hamba Serta Dosa" kaum muslim lk & Pr jga Dosa org Mu'min Lk & Pr. baik yg msh hidup maupun yg tlh wafat... Amin

    BalasHapus
  14. SUBHANALLOH.... Hny Engkau YA ALLOH Rob kami
    Engkaulah Yg Bertahta dlm Jiwa Hamba.. Ampunilah Dosa" Hamba Dosa ke 2 org tua Hamba Serta Dosa" kaum muslim lk & Pr jga Dosa org Mu'min Lk & Pr. baik yg msh hidup maupun yg tlh wafat... Amin

    BalasHapus
  15. Saat ini 2016 banyak Pengajian2 di Masjid yang menyudutkan muslim Indonesia ( khususnya JAWA ) yang dianggap tukang bikin BID'AH.

    Dakwa ini mengarah ke RADIKALISME karena menanamkan rasa KEBENCIAN terhadap muslim lain yang tdk sefaham dgn ajaran mereka....

    Jika ini muncul di era ORDE BARU nya Suharto, mungkin sudah di libas, karena di anggap bibit radikal yg mengancam kedaulatan negara..

    Tapi PEMIMPIN sekarang membiarkannya bebas DAKWAH mereka walaupun mereka berani terang terangan menjelekan muslim lain yang di anggap tdk sefaham..

    Kini mereka mengumpukan MASA yang ketika suatu saat nanti MASA ini menjadi MAYORITAS...

    Mereka akan membuat INDONESIA menjadi NEGARA ISLAM ( non muslim = kafir / tdk sefaham dgn mereka jg kafir) Itulah cara ISLAM RADIKAL mengKUDETA suatu negara..

    Pemimpin saat ini tidak mewaspadai RADIKALISME, mereka lebih mementingkan perut mereka sendiri, keluarga, saudara, dan kelompoknya.

    BalasHapus
  16. Di dataran dieng ada wali yang sekarang masih ada, ,
    Bernama syeh fanani, dari cirebon,
    Beliau bertapa kurang lebihnya 19 tahun,
    Secara kasat mata beliau seperti orang gila, dengan pakaian yang kumuh dan rambutnya yang gimbal dan kotor. .
    Namun di balik semua itu, beliau adalah wali alloh, dan banyak karomah, ,
    dari hari ke hari banyak orang berdatangan untuk sekedar silaturahmi dan meminta barokah, ,
    Banyak karolah beliau, anda bisa cari di internet tentang beliau (syaih fanani)

    Lailaha Illalloh Muhammadur rosululloh
    Syeh abdul qodir wali Alloh kramatuhu masyaalloh

    Lailaha Illalloh Muhammadur rosululloh
    Kyai hamid wali Alloh kramatuhu masyaalloh

    Lailaha Illalloh Muhammadur rosululloh
    Mbah fanani wali Alloh kramatuhu masyaalloh

    BalasHapus
  17. Om #novi...maaf sebelumnya.
    mngkin dri kisah diatas.....kita sbgai manusia hanya d beri gambaran agar kita smua tdk memandang seseorg dri penampilannya.
    Dan maaf sebelumnya bukankah kita manusia bsa berfikir mn yg baik dan mn yg buruk.
    kita smua boleh tdk percaya atas smua kisah di atas.
    Tpi apa salahnya jika kita menjadikan itu gambaran hidup yg bsa d ambil hikmahnya....
    Dan trima kasih atas pencerahan sodara.

    BalasHapus