Selamat Datang di Taman Biografi Ulama dan Habaib. Barakallahu Lana wa Lakum

Selamat Datang di Taman Biografi Ulama dan Habaib. Barakallahu Lana wa Lakum
Tampilkan postingan dengan label SIRAH NABAWIYYAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIRAH NABAWIYYAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Januari 2013

MENGENAL PUTRA-PUTRI RASULULLAH SAW.



MENGENAL PUTRA-PUTRI RASULULLAH SAW.

Banyak riwayat yang berbeda tentang berapa jumlah putra-putri Rasulullah Saw. Ada yang mengatakan 6 atau 7 atau 11 dan 12. Di sini tidak akan menulis panjang lebar riwayat-riwayat tersebut, karena yang paling shahih adalah 7; 3 putra  dan 4 putri. Semua putra-putri Rasulullah Saw. terlahir dari Sayyidah Khadijah al-Kubra Ra. kecuali satu satu yaitu Sayyid Ibrohim.

Selengkapnya nama putra-putri Rasulullah Saw. Adalah:
·         Putra          : Ibrahim, Qasim dan Abdullah.
·         Putri          : Zainab, Ruqayyah, Ummi Kultsum dan Fathimah.

Ibrahim adalah putra pertama Rasulullah Saw. yang dilahirkan sebelum kenabian. Ibrahim tidak berusia panjang, dia hidup hanya sampai seusia bisa berjalan. Pendapat lain menyatakan beliau hanya sampai usia 2 tahun.

Menurut riwayat Mujahid, Ibrahim hanya hidup cuma tujuh hari saja, namun riwayat ini dianggap keliru oleh Imam Ghallaby (Imam Fadhl bin Ghassan al-Ghollaby al-Baghdady. Seorang Muhaddits, Muarrikh yang wafat pada tahun 245 H. Rujuk ke kitab Mu'jam al-Muallifiin juz 8 halaman 71 dan kitab Hadiyyat al-'Arifiin juz 1 halaman 181), beliau mengatakan bahwa yang benar adalah Ibrahim hidup selama 17 bulan.

Ibnu Faris berkata bahwa Ibrahim hidup sampai ia bisa naik kendaraan (onta atau kuda) dan meninggal sebelum bi'tsah.

Dalam kitab al-Mustadrak karya al-Faryabiy (Imam al-Faryaby adalah Ja'far bin Muhammad bin Hasan bin Mustafadh Abubakar al-Faryaby. Masa hidup beliau antara 207-301 H. Beliau seorang Qadhi dan Muhaddits. Rujuk ke kitab al- A'laam juz 2 halaman 127 atau kitab Syadzaraat adz-Dzahab juz 2 halaman 235 atau kitab Tarikh Baghdad juz 7 halaman 199 atau Tadzkirat al-Huffadz juz 2 halaman 692 dan Mu'jam al-Buldan juz 6 halaman 372). Beliau mengatakan tidak ada dalil atau bukti akurat bahwa Ibrahim meninggal dalam masa Islam. Ibrahim adalah putra pertama Rasulullah Saw. yang meninggal dunia.

Sedangkan Zainab adalah putri Rasulullah Saw. yang paling besar diantara anak perempuan Rasulullah Saw. yang lain, dan ini tanpa ada ikhtilaf. Yang terjadi ikhtilaf  (kontrofesi) hanya pada apakah Zainab dilahirkan sebelum Qasim ataukah Qasim dulu baru Zainab. Menurut Ibnu Ishaq, Zainab lahir pada tahun 33 dari kelahiran Rasulullah Saw. menemui masa Islam dan ikut berhijrah. Zainab wafat tahun  8 H di pangkuan suaminya (anak laki-laki dari bibi Zainab sendiri) yaitu Abul 'Ash Laqith, ada yang mengatakan namanya adalah Muhsyam bin Rabi' bin Abdul 'Uzza bin Abdu asy-Syams.

Zainab mempunyai putra bernama Ali tapi meninggal saat masih kecil dan belum baligh. Rasulullah Saw. pernah memangku Ali naik kendaraan pada saat Fathu Makkah. Kemudian lahir pula dari Zainab ini Umamah, dimana Rasulullah Saw. pernah membawanya sholat Shubuh dan berada di pundak Rasulullah Saw. Saat Rasulullah Saw. ruku', Umamah pun diletakkannya dan ketika bangun dari sujud untuk melanjutkan rakaat berikutnya Umamah pun diangkatnya kembali di pundak beliau Saw. (Lihat dalam Shahih Muslim Bab al-Masajid, hadits no. 42, Shahih Bukhori Kitab al-Adab Bab 18 hadits no. 5696, Abu Dawud Kitab Sholat Bab 165 hadits no. 918 dll). Zainab ini pada akhirnya dinikahi oleh Ali bin Abi Thalib setelah wafatnya Fathimah az-Zahra.

Putri Rasulullah Saw. yang bernama Ruqayyah lahir pada tahun 33 dari kelahiran Rasulullah Saw. Menurut Zuber bin Bakr dan lainnya bahwa Ruqayyah adalah perempuan yang paling besar diantara putri-putri Rasulullah Saw. Pendapat ini dishahihkan oleh al-Jurjany. Namun yang paling shahih adalah sebagaimana mayoritas ulama mengatakan Zainab adalah anak perempuan Rasulullah Saw. yang paling besar dintara putri Rasulullah Saw. lainnya.

Ruqayyah menikah denga 'Utbah bin Abu Lahab dan adiknya Ummu Kultsum menikah dengan saudara 'Utbah sendiri yaitu 'Utaibah. Ketika turun ayat:

تبت يدا أبى لهب وتب

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa". (QS. al-Lahab ayat 1).

Abu Lahab berkata kepada kedua anaknya: “Kalian akan aku bunuh jika tidak berpisah dengan kedua anak Muhammad.”  Lalu keduanyapun menceraikan masing-masing istrinya dan belum sempat mendukhul/menjima'nya.

Utsman bin 'Affan lalu menikahi Ruqayyah di Makkah. Beliau bersama istrinya Ruqayyah ikut hijrah dua kali bersama Rasulullah Saw. ke bumi Habsyah (Afrika). Ruqayyah adalah salah seorang putri Rasulullah Saw.yang parasnya cantik. Ruqayyah wafat pada saat ayahanda tercintanya yaitu Rasulullah Saw. sedang berjihad dalam perang Badr. Dalam riwayat Ibnu Abbas, ketika Rasulullah Saw. ta'ziyah setelah selesai berjihad dan datang ke rumah putrinya, beliau Saw. bersabda:

الحمد لله دفن البنات من المكرمات

“Segala puji bagi Allah yang telah mengambil diantara wanita-wanita yang teramat mulia, yakni Ruqayyah". (HR ad-Daulaby dalaam Tarikh Baghdad karya al-Khathib al-Baghdady juz 5 halaman 67 dan 7.291 atau kitab Tahdzib Tarikh Dimasyqy karya Ibnu Asakir juz 1 halaman 298 dan juz 7 halaman 279, Hilyat al-Auliya juz 5 halaman 209, dan Tafsir al-Qurthuby juz 17 halaman 82 dll).

Putri Kanjeng Rasulullah Saw. yang bernama Ummu Kultsum menikah dengan 'Utsman Bin 'Affan pada tahun 3 H. Ummu Kultsum wafat pada tahun 9 H. Rasulullah Saw. sendiri yang menjadi imam sholatnya. Sedangkan yang menggali kuburan adalah Ali bin Abi Thalib, Fadhl dan Usamah bin Zaid.

Dalam Shahih Bukhori dijelaskan bahwa Rasulullah Saw. ketika berada di samping kuburan Ummu Kultsum, nampak kedua mata beliau menitikkan air mata. Lalu beliau berkata: "Siapakah diantara kalian yang bersedia meletakkan jasad putriku ke dalam liang lahat?"

Lalu Abu Thalhah berkata: "Saya Ya Rasulallah."

Kemudian Rasulullah Saw. pun memerintahkan Abu Thalhah untuk turun ke kuburan.

Sedangkan Fathimah az-Zahra al-Batul menurut Abu Umar dilahirkan tahun 41 setelah kelahiran Rasulullah Saw. Ini bertentangan dengan apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq bahwa beliau berkata: “Semua putra-putri Rasulullah Saw. dilahirkan sebelum nubuwwah kecuali Ibrahim.” Menurut Ibnu al-Jauzy bahwa Fathimah az-Zahra al-Batul dilahirkan 5 tahun sebelum nubuwwah.

Dalam sebuah riwayat mengatakan bahwa putri Rasulullah Saw. yang bernama Fathimah ini, disebut Fathimah (menjaga/menutupi/melepas) karena Allah Swt. telah menjaga Fathimah beserta keluarganya dari neraka kelak pada hari kiamat. (HR. Al-Hafidz d-Dimasyqiy). Sedangkan menurut riwayat al-Ghassany dan al-Khathib karena Allah Swt. menjaga Fathimah dan orang-orang yang mencintainya dari nerka. (Lihat Imam as-Suyuthi dalam Jam' al-Jawami' no. 7780 atau Kanz al-Umal no.. 34227 dan Tanziih asy-Syari'ah karya Ibnu al-'Iraqiy juz 1 halaman 413).

Sedangkan Fathimah disebut al-Batul (terputus/terpisah) karena Fathimah berbeda dengan wanita-wanita lain di masanya baik dalam soal agama, keutamaan dan keturununanya. Menurut pendapat lain karena Fathimah adalah wanita yang melepaskan hatinya dari dunia dan selalu asyik dengan Allah. Demikian menurut Ibnu al-Atsir.

Fathimah az-Zahra menikah dengan Ali bin Abi Thalib pada tahun ke-2 Hijriyyah. Pendapat lain mengatakan setelah terjadi perang Uhud. Pendapat lainnya mengatakan Fathimah menikah dengan Sayidina Ali 4,5 bulan setelah Rasulullah Saw. menikahi 'Aisyah. Pendapat lain mengatakan terjadi di bulan Shafar tahun 2 H. Dan masih ada beberapa riwayat lain yang berbeda.

Saat menikah dengan Ali bin Abi Thalib, usia Fathimah az-Zahra adalah 15 tahun 5 bulan setengah. Sedangkan Ali bin Abi Thalib usianya 21 tahun 5 bulan. Ada riwayat lain juga yang berbeda.

Menurut Abu Umar Fathimah dan Ummu Kultsum adalah paling utama-utamanya putri Rasulullah Saw. Fathimah adalah putri Rasulullah Saw. yang sangat dicintai oleh Rasulullah Saw. Jika Rasulullah Saw. hendak bepergian, beliau lebih dulu mencium putrinya Fathimah. Begitupun setelah pulang dari bepergian,Fathimah lah yang lebih dulu ditemui oleh Rasulullah Saw.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw. bersabda: "Fathimah adalah bagian dariku. Barangsiapa memurkainya berarti telah memurkaiku." (HR. Bukhari no. 3417, al-Hakim dalam al-Mustadrak juz 3 halaman 158, as-Sunan al-Kubra Imam Baihaqiy juz 7 halaman 64 dll).

Dalam hadits lainnya Rasulullah Saw. berkata kepada putri tercintanya ini: “Fathimah apakah engkau ridho bahwa engkau adalah pemimpin dari seluruh wanita mukmin.” (HR. Muslim no. 98, Musykil al-Atsar karya ath-Thahawy juz 1 halaman 51, Ithaf as-Sadat al-Muttaqin karya az-Zabidy juz 6 halaman 244 dll).

Sedang dalam riwayat Ahmad Rasulullah Saw. bersabda: “Fathimah adalah paling utamanya wanita surga.” (HR. Ahmad juz 3 halaman 80 dan juz 5 halaman 391 dll).

Fathimah az-Zahra al-Batul wafat 6 bulan setelah wafatnya Rasulullah Saw. pada malam Selasa bulan Ramadhan tahun 11 H. Wafat dalam usia 29 tahun.

Pernikahan Fathimah az-Zahra dengan Ali bin Abi Thalib melahirkan Hasan, Husein dan Muhassin (ada yang mengatakan Muhsin). Muhassin meninggal saat masih kecil, kemudian Ummu Kultsum dan Zainab.

Rasulullah Saw. tidak punya keturunan selain dari putrinya Fathimah ini yang kemudian nasab Rasulullah Saw. yang mulia ini tersebar melalui Sayyidinaa Hasan dan Husein. Sehingga jika dinisbatkan kepada keduanya, maka muncul al-Hasany dan al-Husainy. Diantara generasi pertama dari Dzurriyyah Sayyidina Husein adalah keluarga Ishaq bin Ja'far ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Zainal Abidin Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib al-Ishaqy. Yang kemudian disebut al-Husainy al-Ishaqy.

Ishaq ini adalah suami sayyidah Nafisah binti Hasan bin Zaid bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Terlahir dari sini dua orang yaitu Qasim dan Ummu Kultsum, namun tidak punya keturunan.

Kemudian Umar bin Khaththab menikahi Ummu Kultsum binti Fathimah mempunyai dua anak yang bernama Zaid dan Ruqayyah namun tidak punya keturunan. Kemudian Ummu Kultsum menikah lagi setelah wafatnya Umar bin Khaththab dengan 'Aun bin Ja'far.

Setelah 'Aun meninggal Ummu Kultsum menikah lagi dengan saudaranya 'Aun sendiri yaitu Muhammad bin Ja'far. Lalu Muhammad bin Ja'far pun wafat. Setelah wafatnya Muhammad bin Ja'far,Ummu Kultsum menikah lagi dengan saudara dari 'Aun dan Muhammad ini yaitu Abdullah bin Ja'far lalu dengan yang terakhir ini Ummu Kultsum wafat.

Dari ketiga saudara yang menikahi Ummu Kultsum ini tidak ada yang memberi keturunan, hanya satu dari Muhammad bin Ja'far yaitu anak perempuan kecil yang akhirnya tidak juga punya keturunan.

Setelah wafatnya Ummu Kultsum, maka Abdullah bin Ja'far pun menikahi saudara perempuan Ummu Kultsum yang bernama Zainab binti Fathimah dan mempunyai beberapa orang anak diantaranya adalah Ali dan Ummu Kultsum. Ummu Kultsum yang ini menikah dengan anak pamannya sendiri yang bernama Qasim bin Muhammad bin Ja'far bin Abi Thalib, dan punya beberapa anak diantaranya Fathimah yang kemudian dinikahi oleh Hamzah bin Abdullah bin Zuber bin Awwam yang juga punya keturunan.

Jadi di sini ada kesimpulan penting bahwa keturunan dari Abdullah bin Ja'far tersebar melalui Ali dan adiknya Ummu Kultsum yang dua-duanya ini terlahir dari rahim Zaenab binti Fathimah az-Zahra.

Dzurriyyah yang datang setelahnya dari keturunan ini biasa disebut dengan Ja'fary. Berarti jelas tak ada keraguan sedikitpun mengenai kemuliaan nasab ini. Bagaimanapun kemuliaan keluarga yang dinisbatkan kepada Ja'far ini tetap di bawah kemuliaan Dzurriyyah yang dinisbatkan kepada Sayyidina Hasan dan Husein. Laqab atau gelar Syarif (orang-orang mulia berdasar keturunan) ini juga diberikan pada golongan Abbas atau Abbasiyyun karena mereka berasal dari keluarga Bani Hasyim.

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata bahwa golongan gelar Syarif diberikan kepada Abbasiyyin di Baghdad dan gelar  Alawy di mesir. Syarif dan Alawy maknanya sama yaitu mulia.

Wallahu al-Musta’aan

Sya’roni, Indramayu 13 Rabi’ul Awwal 1434 H

Kamis, 20 Desember 2012

ISTRI-ISTRI NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM



ISTRI-ISTRI NABI MUHAMMAD SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM



UMMAHAATUL MU'MINIIN, ISTRI-ISTRI NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM PENGHULU PARA NABI

Lihat daftar garis nasab kenabian (dari nabi Ibrohim 'Alaihissalaam) dan pertemuan  (pernikahan) para istri nabi dengan beliau sendiri dipaparkan ada sebelas orang yang mana garis nasab mereka dekat dengan Nabi Saw sendiri, yang diambil dari catatan sirah mereka:

1.      Juwairiyah putri al-Harits bin Abi Dhirar bin Habib bin A’idz bin Malik bin al-Musthaliq al-Khuzaiyah Radhiallaahu 'Anhaa, beliau dari bangsa Qahtaniyah (kemungkinan)

2.      Shafiyyah binti Huyyay bin Akhtab bin Abi Yahya bin Ka'ab bin Al-Khazraj An-Nazhriyyah, dari dzuriyah Nabi Harun 'Alaihissalaam dan bersambung nasabnya ke Nabi Ya'qub bin Ishaaq bin Ibrohim 'Alaihimus Sholaatu Wassalaam

Keduanya diatas adalah di luar nasabnya dari garis kenabian Nabi Ismail bin Ibrohim 'Alaihimus Sholaatu Wassalaam

3.      Khadijah Radhiallaahu 'Anhaa binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay, Dan Qushay adalah merupakan kakek kanjeng Nabi generasi kelima di atas beliau

4.      Zaenab putri Khuzaimah Radhiallaahu 'Anhumaa bin al-Harits bin Abdullah bin Amr bin Abdu Manaf bin Hilal bin Amir bin Sha’sha’a bin Muawiyah dan bersambung nasabnya dari Qoys 'aylaan bin Mudhor, Dan Mudhor adalah kakek kanjeng Nabi generasi kedelapan belas di atas beliau

5.      Maimunah binti al-Harits Radhiallaahu 'Anhumaa bin Hazn bin Bujair bin al-Harm bin Ruwaibah bin Abdullah bin Hilal bin Amir bin Sha’sha’a bin Muawiyah, dan nasabnya bersambung sama seperti Zaenab binti Khuzaimah Radhiallaahu 'Anhumaa

6.      Zaenab Radhiallaahu 'Anhaa binti Jahsy bin Riab bin Ya’mur bin Shabirah bin Murrah bin Kabir bin Ghanm bin Dudan bin Asad bin Khuzaimah, dan Khuzaimah adalah kakek Kanjeng nabi generasi kelima belas di atasnya. Dan dia punya keterlibatan juga (dalam nasab) dari ibunya Umaymah binti 'Abdul Muthollib (bibinya Nabi Saw sendiri)

7.      'Aisyah binti abu Bakar (sahabat Nabi Saw), dan ayahnya (Abu Bakar bin 'Utsman/Abu Quhofah) nasabnya bersambung sampai ke Taym bin Murroh, dan Murroh adalah kakek Nabi Saw generasi ketujuh di atasnya.

8.      Ummu Salamah (Hindun) binti Abu Umayyah (Khudzaifah) bin Mughiroh bin Abdullah bin Umar bin Makhzum bin Yaqadzh bin Murroh, Dan Murroh adalah kakek Nabi Saw generasi ketujuh di atasnya.

9.      Ummu Habibah (Romlah) binti Shokhr (Abu Shufyan) bin Harb bin Umaiyyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf, dan Abdu Manaf adalah kakek kanjeng nabi generasi keempat di atasnya.

10.  Hafshoh binti 'Umar (sahabat Nabi Saw) Radhiallaahu 'Anhumaa bin Al-Khottob, dan bersambung nasabnya dari 'Ady bin ka'ab, dan ka'ab adalah kakek Nabi Saw generasi kedelapan di atasnya.

11.  Saudah Radhiallahu 'anhaa binti Zam’ah bin Qois bin Abdu Syams bin Abdu Wud bin Nasr bin Malik bin Hisl bin Amir bin Luayyi, dan Lu'ayyi adalah kakek Nabi Saw generasi kesembilan di atasnya.

'Aisyah Radhiallahu 'Anhaa adalah satu-satunya orang yang menikah dengan Nabi Saw masih dalam keadaan perawan.
Kesemua istri Nabi Saw wafat setelah kanjeng Nabi wafat kecuali Khadijah (Penguhulu para wanita dunia) dan Zaenab binti Khuzaimah Radhiallaahu 'Anhumaa.
Kesemuanya dimaqamkan di pemakaman Baqi' kecuali Khadijah yang dimakamkan di Hujun Makkah dan Maymunah di makam Sarif.


«أمهات المؤمنين زوجات سيد المرسلين صلى الله عليه وآله وسلم»
تشاهد هنا عمود النسب النبوي والتقاء أمهات المؤمنين وزوجات سيد المرسلين صلى الله عليه وآله وسلم به، ويظهر فيه احدى عشرة أماً للمؤمنين مرتبات حسب قربهن النََسبي منه، ويلاحظ من سيرته
ن:
1 - جويرية بنت الحارث بن أبي ضرار بن حبيب بن عيذ بن مالك بن مصطلق الخزاعية رضي الله عنها، هي قحطانية (على الأرجح)
2 - صفية رضي الله عنها بنت حيي بن أخطب بن أبي يحي بن كعب الخزرج النظرية من ذرية هارون عليه السلام وأصلت من يعقوب بن إسحاق بن إبراهيم عليهم الصلاة والسلام.
وهما من خارج الجماعات نسب إسماعيل بن إبراهيم عيليهما الصلاة والسلام.
3 – خديجة بنت خويلد رضي الله عنها بن أسد بن عبد العزى بن قصي, وقصي هو جد النبي جيل خمس فوقه.
4 - زينب بنت خزيمة رضي الله عنهما بن حارث بن عبد الله بن أمر عبد مناف بن حلال بن عامر بن صعصعة بن معاوية واتصل نسب له من قيس عيلان بن مضر, ومضر هو جد النبي جيل ثمانية عشر فوقه.
5 - ميمونة بنت حارث رضي الله عنهما بن حزن بن بجير بن الحرم بن رويبة بن عبد الله بن حلال بن عامر بن صعصعة بن معاوية , سواء كان كزينب بنت خزيمة رضي الله عنهما
6 - زينب بنت جحش رضي الله عنها بن رعاب بن يعمور بن صابرة بن مرة بن كبير بن غنم بن دودا بن أسد بن خزيمة, وخزيمة هو جد النبي جيل خمسة عشر فوقه. كما كانت تشترك معه في النسب من جهة أمها أميمة بنت عبد المطلب عمة النبي صلى الله عليه وآله وسلم.
7 - عائشة بنت أبو بكر (صحابة النبي ), وأبها اتصل نسبه من تيم بن مرة, ومرة هو جد النبي جيل سبع فوقه.
8 - أم سلمة (هند)بنت أبو أمية ( خذيفة ) بن مغيرة بن عبد الله بن عمر بن مخزوم بن يقظة بن مرة, ومرة هو جد النبي جيل سبع فوقه.
9 - أم حبيبة ( رملة ) بنت أبي صفيان بن حرب بن أمية بن عبد شمس بن عبد مناف, وعبد مناف هو جد النبي جيل أربع فوقه.
10 - حفصة بنت عمر (صحابة النبي )رضي الله عنهما بن خطاب, واتصل نسبه من عدمي بن كعب, وكعب هو جد النبي جيل ثماني فوقه.
11 - سودة بنت زمعة بن قيس بن عبد شمس بن عبد وود بن نصر بن مالك بن عامر بن لؤي, و لؤي هو جد النبي جيل تسع فوقه. عائشة رضي الله عنها كانت البكر الوحيدة بينهن.
كلهن توفين بعد النبي صلى الله عليه وآله وسلم الا خديجة (سيدة نساء العالمين) وزينب بنت خزيمة رضي الله عنهما. وكلهن دفن بالبقيع عدا خديجة دفنت بالحجون بمكة، وميمونة رضي الله عنها دفنت بسرف.
هذه أنساب سيداتنا وأمهاتنا أمهات المؤمنين، فقد اشترك شرف نسبهن مع شرف زوجهن المصطفى صلى الله عليه وآله وسلم
- كتاب مولد البرزنجى نثرا
- كتاب أهل بيت بين مدرستين بحث عن حوية أهل البيت الحقيقية بين مدرستين الإعتدال و الغلو

=========================================

Dinukil dari :

·         Maulid Barzanji Natsar
·         Ahlu Bayt Baina Madrasatain Bahtsu 'An Hawiyyah Ahlul Bayt Al-Haqiqiyyah Baina Madrasatain Al-I'tidaal Wal-Ghuluw

Link Asal: